Jumat, 27 Maret 2020

MATERI REMOTE SERVER DAN SSH

REMOTE SERVER 
Hasil gambar untuk remote server
1. PENGERTIAN
        remote server adalah server yang anda akses sebagai bagian dari proses client tanpa membuka koneksi terpisah, berbeda, ataupun langsung.

2. PRINSIP DAN CARA KERJA REMOTE SERVER.
 A. prinsip Server Remote
Server Remote adalah sebuah server yang didedikasikan untuk menangani pengguna yang tidak pada LAN tapi membutuhkan  akses jarak jauh untuk itu. Remote akses server memungkinkan pengguna untuk mendapatkan akses ke file dan layanan cetak di LAN dari lokasi terpencil. Sebagai contoh, pengguna yang memanggil ke jaringan dari rumah menggunakan modem analog atau koneksi ISDN  akan mendial ke server akses remote. Setelah pengguna dikonfirmasi ia dapat mengakses drive dan printer bersama seolah-olah ia secara fisik terhubung ke LAN kantor.
Kita dapat menggunakan misalnya perintah telnet untuk login secara remote ke sistem lain pada jaringan kita. Sistem ini dapat berada di jaringan area lokal atau melalui koneksi internet. Telnet beroperasi seolah-olah kita sedang log in ke sistem lain dari remote terminal. Kita akan diminta untuk menggunakan nama login dan password. Akibatnya, kita login ke akun lain pada sistem lain. Bahkan,
jika kita memiliki akun di sistem lain, kita bisa menggunakan Telnet untuk masuk ke dalamnya.
    

B.Cara kerja SSH.
1.  Instalasi server ssh.
# apt-get install ssh
Karena kita akan konfigurasi server menggunakan mode teks. Sehingga  kita
harus  menggunakan Remote Access mode Teks pula, semisal SSH (Secure
Shell). Karena dianggap lebih aman dalam transfer data melalui jaringan.
2.  Konfigurasi
Setelah aplikasi terinstall, layanan SSH Server sudah langsung bisa kita
gunakan melalui port default 22. Jika ingin mengkonfigurasi SSH Server
tersebut, edit file  sshd_config  yang merupakan file konfigurasi utama pada
SSH Server. Dalam file tersebut, kita bisa merubah settingan default yang
ada. Misalnya merubah port default, ataupun menambah tampilan banner ssh
agar menjadi lebih menarik.
Contoh langkah untuk mengubah port default ssh
Edit file  sshd_config  berikut  dengan menggunakan editor nano, kemudian
cari dan rubah satu baris konfigurasi script di bawah ini.
# nano /etc/ssh/sshd_config
Lalu ubah portnya menjadi port 354
# What ports, IPs and protocols we listen for
# Port 354
3.  Restart paket SSH Servernya 
etiap selesai mengkonfigurasi, restart service ssh agar semua konfigurasi
dijalankan langsung.
# /etc/init.d/ssh restart
4.  Pengujian
Untuk  mengakses SSH Server melalui jaringan, dibutuhkan aplikasi
tambahan yang dinamakan SSH Client. Secara default SSH Client ini sudah
terinstall otomatis pada system operasi Debian.
a.  Remote Access via Localhost
Jika itu pertama kali anda melakukan koneksi ke SSH Server, maka anda
akan diberi RSA key untuk keamanan data.
# ssh root@localhost
RSA key fingerprint is
47:41:dd:8a:71:02:83:55:ff:e4:db:fa:9d:e8:05:54.
Are you sure you want to continue connecting (yes/no)?
Yes
Pada cara diatas, kita mengakses SSH  Server melalui port default yakni 21.
Nah, jika kita ingin mengakses SSH Server pada port yang telah kita rubah
sebelumnya, tinggal tambahkan opsi berikut.
# ssh root@localhost –p 354
b.  Remote Access via Windows
Dalam system operasi Windows, secara default tidak ada aplikasi SSH Client
yang terinstall. Yang ada hanyalah aplikasi Telnet Cilent. Untuk itu kita harus
mendownload aplikasi SSH Client terlebih dahulu di  www.putty.nl  kemudian
menjalankanya pada computer Windows seperti berikut. 
 
Setelah masuk ke system operasi Debian, kita sudah bisa menjalankan
semua pekerjaan-pekerjaan server daricomputer tersebut. Layaknya kita
berhadapan langsung di depan computer tersebut.
 
Apabila Server sudah dapet diremote maka  Instalasi dan Konfigurasi SSH
Server di Debian telah berhasil.


3. SSH
 A. Pengertian SSH (Secure Shell)
SSH adalah akronim dari Secure Shell yang merupakan sebuah protoko jaringan yang memanfaatkan kriptografi untuk melakukan komunikasi data pada perangkat jaringan agar lebih aman. Dalam konsepnya penggunaan SSH ini harus didukung oleh server maupun perangkat atau komputer klien yang melakukan pertukaran data. Keduanya harus memiliki SSH Server dari sisi komputer server dan SSH Klien untuk komputer penerima (klien).
Banyak digunakan pada sistem operasi berbasis Linux dan Unix untuk mengakses akun Shell, SSH dirancang sebagai pengganti Telnet dan shell remote tak aman lainnya, yang mengirim informasi, terutama kata sandi, dalam bentuk teks sederhana yang membuatnya mudah untuk dicegat. Enkripsi yang digunakan oleh SSH menyediakan kerahasiaan dan integritas data melalui jaringan yang tidak aman seperti internet.

B. Fungsi SSH
Fungsi SSH dapat digunakan untuk menggantikan telnet, rlogin, ftp dan rsh, salah satu fungsi utamanya adalah untuk menjamin keamanan dalam melakukan transmisi data pada suatu jaringan. SSH banyak dimanfaatkan oleh berbagai network admin dibeberapa belahan dunia untuk mengontrol web dan jenis jaringan lainnya seperti WAN.
Fuungsi SSH ini sebenarnya adalah dibuat untuk menggantikan protokol sebelumnya yang dianggap sangat rentan terhadap pencurian data melalui malware berbahaya. Protokol tersebut antara lain adalah rlogin, telnet dan protokol rsh.
P lain SSH adalah :
1)      Melakukan enkripsi terhadap data yang dikirim,
2)      Protokol untuk pertukaran data dalam suatu jaringan,
3)      Otentifikasi, mekanisme untuk memastikan pengirim dan penerima adalah benar dan aman
4)      Kerahasiaan, memastikan kerahasiaan daya yang dikirim agar hanya diketahui oleh penerima dan pengirim.

C. Manfaat menggunakan SSH
Manfaat menggunakan akun SSH adalah meningkatkan keamanan data pada komputer Anda ketika mengakses internet, karena dengan adanya Akun SSH sebagai perantara koneksi internet Anda, SSH akan memberikan enskripsi pada semua data yang terbaca, baru mengirimkannya ke server lain.
Selain dapat melakukan enskripsi data, SSH juga memiliki kemampuan melakukan Port Forwarding yang mana memungkinkan kita mendapatkan manfaat sebagai berikut ini:

1)    Melakukan koneksi aplikasi TCP (misalnya : webserver, mail server, FTP server) dengan lebih secure (aman)
2)     Melakukan koneksi dengan membypass (melewati) firewall atau proxy setempat.

Manfaat kedua diatas itulah yang sering dicari oleh para pengguna Internet dan memanfaatkannya untuk kepentingan akses internet. Dengan menggunakan Akun SSH Kita juga dapat mengelola VPS untuk dijadikan hosting ataupun fungsionalitas yang lain.
Menggunakan Akun SSH untuk tunneling koneksi internet Anda memang tidak menjamin meningkatkan speed internet Anda. Namun dengan menggunakan Akun SSH, otomatis IP yang Anda gunakan akan bersifat statis dan dapat Anda gunakan secara privat dengan catatan hanya Anda lah user dalam Akun SSH tersebut.
 Protocol SSH ini memiliki banyak fungsi, selain fungsi tunneling yang sering kita gunakan, kita juga bisa menggunakan SSH untuk SFTP, SOCKS4/5 proxy atau bisa juga kita gunakan untuk mengatur VPS atau hosting milik kita khususnya VPS dengan OS Linux seperti CentOS.Untuk menggunakan tunneling menggunakan SSH ini kita bisa mengguankan SSH client seperti Bitvise Tunnelier ataupun Putty untuk sistem operasi Windows.
  Untuk mendapatkan akun dan penggunaan dari SSH ini, kita bisa mendapatkan akun SSH gratis di cjb.net atau jika kita memiliki VPS biasanya pihak penyedia memberikan juga SSH untuk pengaturan VPS kita.

D. Kegunaan SSH 
SSH dirancang untuk menggantikan protokol telnet dan FTP. SSH merupakan produk serbaguna yang dirancang untuk melakukan banyak hal, yang kebanyakan berupa penciptaan tunnel antar host. Dua hal penting SSH adalah console login (menggantikan telnet) dan secure filetransfer (menggantikan FTP), tetapi dengan SSH anda juga memperoleh kemampuan membentuk source tunnel untuk melewatkan HTTP,FTP,POP3, dan apapun lainnya melalui SSH tunel. 

Public Key Cryptografi (Kriptografi Kunci Publik) 
SSH menggunakan metode public-key cryptography untuk mengenkripsi komunikasi antara dua host, demikian pula untuk autentikasi pemakai. Dengan metode ini, kita akan memerlukan 2 buah kunci berbeda yang digunakan baik untuk melakukan enkripsi dan dekripsi. Dua buah kunci tersebut masing-masing disebut public key (dipublikasikan ke publik/orang lain) dan private key (dirahasiakan/hanya pemiliknya yang tahu). Masing masing kunci di atas dapat digunakan untuk melakukan enkripsi dan dekripsi. 

E. Cara kerja SSH
Public/private key yang masing-masing menjadi identitas SSH bagi keduanya. 

Langkah-langkah koneksinya adalah sebagai berikut : 
# Langkah 1
Client bind pada local port nomor besar dan melakukan koneksi ke port 22 pada server.
# Langkah 2
Client dan server setuju untuk menggunakan sesi SSH tertentu. Hal ini penting karena SSH v.1 dan v.2 tidak kompatibel.
# Langkah 3
Client meminta public key dan host key milik server.
# Langkah 4
Client dan server menyetujui algoritma enkripsi yang akan dipakai (misalnya TripleDES atau IDEA).
# Langkah 5
Client membentuk suatu session key yang didapat dari client dan mengenkripsinya menggunakan public key milik server.
# Langkah 6
Server men-decrypt session ky yang didapat dari client, meng-re-encrypt-nya dengan public key milik client, dan mengirimkannya kembali ke client untuk verifikasi.
# Langkah 7
Pemakai mengotentikasi dirinya ke server di dalam aliran data terenkripsi dalam session key tersebut. Sampai disini koneksi telah terbentuk, dan client dapat selanjutnya bekerja secara interaktif pada server atau mentransfer file ke atau dari server. Langkah ketujuh diatas dapat dilaksanakan dengan berbagai cara (username/password, kerberos, RSA dan lain-lain).






Saya yang bikin soal saya juga yang jawab ??


1.apa yang dimaksud remote server 
2.apa prinsip remote server
3.apa kepanjangan ssh
4.apa yang dimaksud ssh
5.sebutkan fungsi lain ssh 
6.manfaat menggunakan ssh
7.apa kegunaan ssh 
8.cara kerja remote server 
9.cara kerja ssh 
10. Sebutkan langkah langkah koneksinya ssh

Jawabanya


1.remote server adalah server yang anda akses sebagai bagian dari proses client tanpa membuka koneksi terpisah, berbeda, ataupun langsung.

2.Server Remote adalah sebuah server yang didedikasikan untuk menangani pengguna yang tidak pada LAN tapi membutuhkan  akses jarak jauh untuk itu.

3.SSH (SECURE SHELL)

4.SSH adalah akronim dari Secure Shell yang merupakan sebuah protoko jaringan yang memanfaatkan kriptografi untuk melakukan komunikasi data pada perangkat jaringan agar lebih aman.

5.fungsi lain SSH adalah :
1)      Melakukan enkripsi terhadap data yang dikirim,
2)      Protokol untuk pertukaran data dalam suatu jaringan,
3)      Otentifikasi, mekanisme untuk memastikan pengirim dan penerima adalah benar dan aman
4)      Kerahasiaan, memastikan kerahasiaan daya yang dikirim agar hanya diketahui oleh penerima dan pengirim.

 6.1) Melakukan koneksi aplikasi TCP (misalnya : webserver, mail server, FTP server) dengan lebih secure (aman) 
   2)        Melakukan koneksi dengan membypass (melewati) firewall atau proxy setempat.

7.SSH dirancang untuk menggantikan protokol telnet dan FTP. SSH merupakan produk serbaguna yang dirancang untuk melakukan banyak hal, yang kebanyakan berupa penciptaan tunnel antar host. Dua hal penting SSH adalah console login (menggantikan telnet) dan secure filetransfer (menggantikan FTP), tetapi dengan SSH anda juga memperoleh kemampuan membentuk source tunnel untuk melewatkan HTTP,FTP,POP3, dan apapun lainnya melalui SSH tunel. 

8.pengguna yang memanggil ke jaringan dari rumah menggunakan modem analog atau koneksi ISDN  akan mendial ke server akses remote. Setelah pengguna dikonfirmasi ia dapat mengakses drive dan printer bersama seolah-olah ia secara fisik terhubung ke LAN kantor.
Kita dapat menggunakan misalnya perintah telnet untuk login secara remote ke sistem lain pada jaringan kita. Sistem ini dapat berada di jaringan area lokal atau melalui koneksi internet. Telnet beroperasi seolah-olah kita sedang log in ke sistem lain dari remote terminal. Kita akan diminta untuk menggunakan nama login dan password. Akibatnya, kita login ke akun lain pada sistem lain. Bahkan,
jika kita memiliki akun di sistem lain, kita bisa menggunakan Telnet untuk masuk ke dalamnya.

    
9.Cara kerja SSH.
1.  Instalasi server ssh.

# apt-get install ssh
Karena kita akan konfigurasi server menggunakan mode teks. Sehingga  kita
harus  menggunakan Remote Access mode Teks pula, semisal SSH (Secure
Shell). Karena dianggap lebih aman dalam transfer data melalui jaringan.
2.  Konfigurasi
Setelah aplikasi terinstall, layanan SSH Server sudah langsung bisa kita
gunakan melalui port default 22. Jika ingin mengkonfigurasi SSH Server
tersebut, edit file  sshd_config  yang merupakan file konfigurasi utama pada
SSH Server. Dalam file tersebut, kita bisa merubah settingan default yang
ada. Misalnya merubah port default, ataupun menambah tampilan banner ssh
agar menjadi lebih menarik.
Contoh langkah untuk mengubah port default ssh
Edit file  sshd_config  berikut  dengan menggunakan editor nano, kemudian
cari dan rubah satu baris konfigurasi script di bawah ini.
# nano /etc/ssh/sshd_config
Lalu ubah portnya menjadi port 354
# What ports, IPs and protocols we listen for
# Port 354
3.  Restart paket SSH Servernya 

etiap selesai mengkonfigurasi, restart service ssh agar semua konfigurasi
dijalankan langsung.
# /etc/init.d/ssh restart
4.  Pengujian
Untuk  mengakses SSH Server melalui jaringan, dibutuhkan aplikasi
tambahan yang dinamakan SSH Client. Secara default SSH Client ini sudah
terinstall otomatis pada system operasi Debian.
a.  Remote Access via Localhost
Jika itu pertama kali anda melakukan koneksi ke SSH Server, maka anda
akan diberi RSA key untuk keamanan data.
# ssh root@localhost
RSA key fingerprint is
47:41:dd:8a:71:02:83:55:ff:e4:db:fa:9d:e8:05:54.
Are you sure you want to continue connecting (yes/no)?
Yes
Pada cara diatas, kita mengakses SSH  Server melalui port default yakni 21.
Nah, jika kita ingin mengakses SSH Server pada port yang telah kita rubah
sebelumnya, tinggal tambahkan opsi berikut.
# ssh root@localhost –p 354
b.  Remote Access via Windows
Dalam system operasi Windows, secara default tidak ada aplikasi SSH Client
yang terinstall. Yang ada hanyalah aplikasi Telnet Cilent. Untuk itu kita harus
mendownload aplikasi SSH Client terlebih dahulu di  www.putty.nl  kemudian
menjalankanya pada computer Windows seperti berikut. 
Setelah masuk ke system operasi Debian, kita sudah bisa menjalankan
semua pekerjaan-pekerjaan server daricomputer tersebut. Layaknya kita
berhadapan langsung di depan computer tersebut.
Apabila Server sudah dapet diremote maka  Instalasi dan Konfigurasi SSH Server di debian telah berhasil .

10    .Langkah-langkah koneksinya adalah sebagai berikut : 
# Langkah 1
Client bind pada local port nomor besar dan melakukan koneksi ke port 22 pada server.
# Langkah 2
Client dan server setuju untuk menggunakan sesi SSH tertentu. Hal ini penting karena SSH v.1 dan v.2 tidak kompatibel.
# Langkah 3
Client meminta public key dan host key milik server.
# Langkah 4
Client dan server menyetujui algoritma enkripsi yang akan dipakai (misalnya TripleDES atau IDEA).
# Langkah 5
Client membentuk suatu session key yang didapat dari client dan mengenkripsinya menggunakan public key milik server.
# Langkah 6
Server men-decrypt session ky yang didapat dari client, meng-re-encrypt-nya dengan public key milik client, dan mengirimkannya kembali ke client untuk verifikasi.
# Langkah 7
Pemakai mengotentikasi dirinya ke server di dalam aliran data terenkripsi dalam session key tersebut. Sampai disini koneksi telah terbentuk, dan client dapat selanjutnya bekerja secara interaktif pada server atau mentransfer file ke atau dari server. Langkah ketujuh diatas dapat dilaksanakan dengan berbagai cara (username/password, kerberos, RSA dan lain-lain).